Rabu, 24 Februari 2010




Bahaya Seks Bebas Di kalangan Remaja
. Aneka tips kali ini akan membahas tentang Bahaya Seks Bebas Di kalangan Remaja. Kita semua tahu banyak kalangan remaja yang menghalalkan seks bebas di kehidupan mereka. Tapi apakah anda tahu bahaya dari seks bebas itu?. Anda harus tahu, jangan sampai ketika hal buruk sudah terjadi baru anda sadar, tentu saja ketika itu sudah terlambat untuk menyesali. Sahabat-sahabat aneka tips tentu saja tidak ingin bukan hal tersebut terjadi?, aneka tips akan memberikan penjelasan tentang bahaya dari seks bebas, silahkan dibaca.



Bahaya Seks Bebas Di kalangan Remaja

1. Beberapa penyakit yang siap mendatangi seperti, herpes, HIV Aids, Raja singa, dan penyakit lainnya. Anda lihat beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan bukan?.

2. Hamil di luar pernikahan akan menimbulkan permasalahan baru, apabila anda masih kuliah atau sekolah tentu saja orang tua anda akan sangat kesal kepada anda. Dan anda pun takut untuk jujur kepada orang tua anda dan pasangan anda, akhirnya anda memutuskan untuk melakukan dosa baru yaitu aborsi.

3. Apabila anda menikah di usia muda, permasalahan yang belum siap anda hadapi akan datang, seperti masalah keungan, masalah kebiasaan, masalah anak.

4. Nama baik keluarga akan tercoreng oleh sikap anda. Keluarga anda akan menghadapi masalah yang anda buat apabila anda mendapatkan efek buruk dari seks bebas ini.

5. Apabila anda hamil dan pasangan anda tidak mau bertanggung jawab, apa yang akan anda lakukan?. Akan banyak pikiran buruk yang akan mengganggu anda. Seperti ingin bunuh diri, berpikir tidak rasional yang mengakibatkan gangguan mental atau gila.


Minggu, 21 Februari 2010

Rattapoom Tokongsub


Wuih...


Buat temen" yang udah nonton film thailand yang judulnya SUPERSTARS atau SUPERHAP pasti kenal dengan cowo' ganteng yang berperan sebagai Tom dalam film itu. Nama asli cowok ganteng itu adalah Rattapoom Tokongsub, atau lebih dikenal dengan nama panggilan "film". Rattapoom lahir pada tanggal 17 November 1984. Wahh, masih muda ya... wkwkwkwk. Rattapoom adalah hasil blasteran Jepang, Korea dan Thailand.

Selain main film, Rattapoom jg menyanyi dan menari. Aksi dance nya yang keren juga bisa kita saksikan di film Superstars itu. Dia suka jalan di pantai, suka banget sama warna biru, silver, sama abu". Trus dia juga suka koleksi uang dan koin tua gitu. Dia juga punya koleksi jam tangan, dompet, kalung, gelang, dan cincin. Pelajaran kesukaannya adalah Matematika.







Sekolah

Kenapa Harus Belajar ke Sekolah ?


Bagi kebanyakan orang tua zaman sekarang, bersekolah merupakan rutinitas yang harus dijalani oleh anak-anak mereka masing-masing.

Selama orang tua tersebut masih sanggup membiayai anaknya untuk bersekolah tentu saja apapun dilakukan dengan harapan sang anak nantinya dapat menjadi seseorang yang berguna bagi kehidupan manusia nantinya kelak. Akan tetapi disini saya akan menelaah apa saja pentingnya dan tidak pentingnya bersekolah.


Sebagai contoh, ABG yang umurnya kurang dari 18 tahun atau bahkan lainnya, tentu pernah merasakan suatu titik jenuh dimana mereka enggan lagi untuk bersekolah.Mereka akan merasakan kepenatan tersendiri untuk mempelajari bahan-bahan yang diberikan oleh gurunya. Terutama pelajaran-pelajaran di Sekolah Menengah yang seringkali dianggap "racun" bagi mereka, seperti Fisika, Kimia, atau bahkan Matematika dengan segala macam rumus-rumus yang ada. Terlebih lagi adanya ujian nasional yang harus dihadapi seluruh pelajar di Indonesia pada umumnya. Belajar merupakan hal yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan secara terus menerus bagi mereka (pelajar, red) tapi juga merupakan sebagai musuh terbesar mereka.

Jika benar belajar merupakan musuh bagi mereka, lalu kenapa mereka tetap konsisten di dalam menjalaninya. Untuk mengetahui hal tersebut ada baiknya kita telisik dahulu penjabaran berikut. Pelajar pada umumnya terbagi menjadi beberapa kategori. Kategori pertama adalah pelajar yang bertipe rajin dan selalu berusaha untuk mengerti setiap materi yang diberikan di sekolahnya. Pelajar yang bertipe seperti ini akan selalu mencintai pelajaran-pelajarannya walaupun mereka mengeluh sekalipun. Anda tentu pernah melihat teman semasa sekolah yang mengatakan bahwa ia tidak bisa mengerjakan soal ujian nya, akan tetapi begitu nilai ujian tersebut diumumkan, nilai nya ternyata hampir mendekati nilai sempurna. Suck!

Lalu kategori selanjutnya adalah pelajar yang bertipe senang bermain tetapi nilai akademis nya termasuk ke dalam tingkatan yang cukup tinggi di kelasnya. Pelajar seperti ini biasanya merupakan tipe-tipe manusia yang menpunyai cukup keberuntungan di dalam hidupnya. Siapa tahu, saat sedang bermain ternyata ia mendapat ilham dari yang maha kuasa, atau bahkan "ilham" itu didapat sewaktu ujian... Only God and s/he knows.

Lalu kategori pelajar yang lain adalah tipe-tipe yang malas belajar, lalu tidak pernah mendapatkan nilai bagus saat ia bersekolah. Sudah malas, tidak ada usaha pula. Mau jadi apa negara kita ini nantinya.

Lee Sung Gi

Ternyata Lee Seung Ki Tidak Segaul Woo Hwan

Lee Seung-gi

Dikutip dari Tabloid Bintang Indonesia Edisi 977 | Tahun XIX | Minggu Pertama Februari 2010 seperti dilaporkan Rizki Adi Abeba [Edisi Online: Senin, 1 Februari 2010] — SEBELUM dikenal sebagai aktor, Lee Seung Ki muncul ke dunia hiburan Korea pada 2004 sebagai penyanyi. Brilliant Legacy menjadi lompatan tersendiri dalam perjalanan kariernya.

Debut pertama Lee di dunia hiburan adalah lagu “Because You’re My Girl” dari album The Dream of a Moth. Lagu ini sukses, bahkan menjadi “lagu kebangsaan” para pria yang menyukai gadis lebih dewasa.

Namanya terus melejit lewat sederet penghargaan Best Newcomer yang didapatnya beruntun di Mnet M Music Festival, SBS Music Awards, dan MBC Best 10 Singers Music Festival.

Dengan permulaan yang cukup lancar, tahun-tahun selanjutnya bukan masa yang sulit bagi kiprah pria kelahiran 13 Januari 1987 ini. Produksi album produktif dengan dilahirkannya album Crazy For You (2006), Story of Separation (2007), dan Shadow (2009), di samping kesibukannya merambah menjadi aktor dan presenter.

Lee cukup populer dengan acara variety show 1 Night 2 Day (1N2D), di mana ia mulai bergabung di episode ke-15 pada 2007 dan bertahan sampai sekarang. Selain itu, ia duet dengan MC Kang Ho Dong dalam membawakan variety talk show Strong Heart. Acara komsit Nonstop 5 di stasiun TV MBC menjadi penanda dimulainya karier akting Lee. Selanjutnya, ia main di serial Famous Princesses.

Brilliant Legacy adalah lompatan karier dalam perjalanan karier Lee selanjutnya. “Saya sangat gugup,” kata Lee saat hadir di jumpa pers peluncuran drama ini tahun lalu. “Ini pertama kalinya saya memainkan peran utama, jadi, sejujurnya saya merasakan tekanannya. Saya memainkan karakter yang percaya, jika ia punya uang dia akan punya segalanya,” sambungnya.

Lalu bagaimana perasaannya dipertemukan dengan Han Hyo Joo? “Usia kami sama. Saya pikir, wow, pasti akan menyenangkan bekerja sama dengan Hyo Joo,” ujarnya.

Duo Lee Seung Ki-Han Hyo Joo berhasil mendongkrak rating Brilliant Legacy dengan rekor tertingginya mencapai 47,1 persen. Keberhasilan Lee Seung Ki membawakan peran Woo Hwan yang sukses bertransformasi dari tokoh antagonis menjadi sosok protagonis yang menggemaskan mengantar Lee menjadi salah satu aktor Korea paling populer, bersaing dengan cowok-cowok F4.

Karakter Woo Hwan yang digambarkan sebagai anak gaul, tengil, pemalas, pemarah, dan cuek, bukan Lee Seung Ki banget. Lee bukan anak gaul yang senang nongkrong di sana-sini, minum-minum, atau karaoke bareng teman-teman seusianya layaknya karakter Woo Hwan.

Kehidupannya saat menjalani peran ganda sebagai artis dan pelajar jauh dari kesan glamor, malah bisa dibilang sangat sederhana dan terkesan anak rumahan. Meski terkenal, ia bukan murid populer di sekolah.

“Umm… saya punya siklus hidup yang sangat sederhana. Saya lebih sering ada di rumah saat break. Saya menonton televisi, pergi ke kampus, pulang ke rumah, ke pusat kebugaran, dan kadang-kadang mengunjungi kantor manajemen. Hanya itu tempat-tempat yang saya biasa datangi,” akunya dalam sebuah wawancara radio.



Lee Seung Gi
이승기
Lee seung gi-SeonMunUniv-1.png
Latar belakang
Nama lahir Lee Seung Gi (이승기)
Asal Seoul, Korea Selatan
Genre K-pop, R&B
Pekerjaan Penyanyi, Aktor, Pembawa Acara
Tahun aktif 2004–sekarang
Perusahaan rekaman Hook Entertainment

DASAR - DASAR JURNALISTIK

Pengertian Jurnalistik

Pengertian istilah jurnalistik dapat ditinjau dari tiga sudut pandang: harfiyah, konseptual, dan praktis.

Secara harfiyah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day). Asal-muasalnya dari bahasa Yunani kuno, “du jour” yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak.

Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang: sebagai proses, teknik, dan ilmu.

1. Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).

2. Sebagai teknik, jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau “keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara.

3. Sebagai ilmu, jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. Sebaga ilmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.

Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalui media massa. Dari pengertian kedua ini, kita dapat melihat adanya empat komponen dalam dunia jurnalistik: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi, dan media massa.

Informasi : News & Views

Informasi adalah pesan, ide, laporan, keterangan, atau pemikiran. Dalam dunia jurnalistik, informasi dimaksud adalah news (berita) dan views (opini).

Berita adalah laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news values) –aktual, faktual, penting, dan menarik. Berita disebut juga “informasi terbaru”. Jenis-jenis berita a.l. berita langsung (straight news), berita opini (opinion news), berita investigasi (investigative news), dan sebagainya.

Views adalah pandangan atau pendapat mengenai suatu masalah atau peristiwa. Jenis informasi ini a.l. kolom, tajukrencana, artikel, surat pembaca, karikatur, pojok, dan esai.

Ada juga tulisan yang tidak termasuk berita juga tidak bisa disebut opini, yakni feature, yang merupakan perpaduan antara news dan views. Jenis feature yang paling populer adalah feature tips (how to do it feature), feature biografi, feature catatan perjalanan/petualangan, dan feature human interest.

Penyusunan Informasi

Informasi yang disajikan sebuah media massa tentu harus dibuat atau disusun dulu. Yang bertugas menyusun informasi adalah bagian redaksi (Editorial Department), yakni para wartawan, mulai dari Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Redaktur Desk, Reporter, Fotografer, Koresponden, hingga Kontributor.

Pemred hingga Koresponden disebut wartawan. Menurut UU No. 40/1999, wartawan adalah “orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin”. Untuk menjadi wartawan, seseorang harus memenuhi kualifikasi berikut ini:

1. Menguasai teknik jurnalistik, yaitu skill meliput dan menulis berita, feature, dan tulisan opini.

2. Menguasai bidang liputan (beat).

3. Menguasai dan menaati Kode Etik Jurnalistik.

Teknis pembuatannya terangkum dalam konsep proses pembuatan berita (news processing), meliputi:

1. News Planning = perencanaan berita. Dalam tahap ini redaksi melakukan Rapat Proyeksi, yakni perencanaan tentang informasi yang akan disajikan. Acuannya adalah visi, misi, rubrikasi, nilai berita, dan kode etik jurnalistik. Dalam rapat inilah ditentukan jenis dan tema-tema tulisan/berita yang akan dibuat dan dimuat, lalu dilakukan pembagian tugas di antara para wartawan.

2. News Hunting = pengumpulan bahan berita. Setelah rapat proyeksi dan pembagian tugas, para wartawan melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data melalui literatur, dan wawancara.

3. News Writing = penulisan naskah. Setelah data terkumpul, dilakukan penulisan naskah.

4. News Editing = penyuntingan naskah. Naskah yang sudah ditulis harus disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap ini dilakukan perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan, dan substansi naskah, termasuk pembuatan judul yang menarik dan layak jual serta penyesuaian naskah dengan space atau kolom yang tersedia.

Setelah keempat proses tadi dilalui, sampailah pada proses berikutnya, yakni proses pracetak berupa Desain Grafis, berupa lay out (tata letak), artistik, pemberian ilustrasi atau foto, desain cover, dll. Setelah itu langsung ke percetakan (printing process).

Penyebarluasan Informasi

Yakni penyebarluasan informasi yang sudah dikemas dalam bentuk media massa (cetak). Ini tugas bagian marketing atau bagian usaha (Business Department) –sirkulasi/distribusi, promosi, dan iklan. Bagian ini harus menjual media tersebut dan mendapatkan iklan.

Media Massa

Media Massa (Mass Media) adalah sarana komunikasi massa (channel of mass communication). Komunikasi massa sendiri artinya proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.

Ciri-ciri (karakteristik) medi massa adalah disebarluaskan kepada khalayak luas (publisitas), pesan atau isinya bersifat umum (universalitas), tetap atau berkala (periodisitas), berkesinambungan (kontinuitas), dan berisi hal-hal baru (aktualitas).

Jenis-jenis media massa adalah Media Massa Cetak (Printed Media), Media Massa Elektronik (Electronic Media), dan Media Online (Cybermedia). Yang termasuk media elektronik adalah radio, televisi, dan film. Sedangkan media cetak –berdasarkan formatnya— terdiri dari koran atau suratkabar, tabloid, newsletter, majalah, buletin, dan buku. Media Online adalah website internet yang berisikan informasi- aktual layaknya media massa cetak.

Produk Utama Jurnalistik: Berita

Aktivitas atau proses jurnalistik utamanya menghasilkan berita, selain jenis tulisan lain seperti artikel dan feature.

Berita adalah laporan peristiwa yang baru terjadi atau kejadian aktual yang dilaporkan di media massa.

Tahap-tahap pembuatannya adalah sebagai berikut:

1. Mengumpulkan fakta dan data peristiwa yang bernilai berita –aktual, faktual, penting, dan menarik—dengan “mengisi” enam unsur berita 5W+1H (What/Apa yang terjadi, Who/Siapa yang terlibat dalam kejadian itu, Where/Di mana kejadiannya, When/Kapan terjadinya, Why/Kenapa hal itu terjadi, dan How/Bagaimana proses kejadiannya)

2. Fakta dan data yang sudah dihimpun dituliskan berdasarkan rumus 5W+1H dengan menggunakan Bahasa Jurnalistik –spesifik= kalimatnya pendek-pendek, baku, dan sederhana; dan komunikatif = jelas, langsung ke pokok masalah (straight to the point), mudah dipahami orang awam.

3. Komposisi naskah berita terdiri atas: Head (Judul), Date Line (Baris Tanggal), yaitu nama tempat berangsungnya peristiwa atau tempat berita dibuat, plus nama media Anda, Lead (Teras) atau paragraf pertama yang berisi bagian paling penting atau hal yang paling menarik, dan Body (Isi) berupa uraian penjelasan dari yang sudah tertuang di Lead.