Minggu, 25 Juli 2010

Daerah Administratif Khusus Republik Rakyat Tiongkok Makau atau disingkat Makau adalah sebuah wilayah kecil di pesisir selatan Tiongkok.

Ruinas de Sao Paulo.jpg

Makau terletak pada 70 km sebelah barat daya Hong Kong dan 145 km dari Guangzhou. Ia adalah koloni Eropa tertua di Tiongkok, sejak abad ke-16. Pemerintahan Portugal menyerahkan kedaulatan terhadap Makau kepada Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 1999, dan Makau kini merupakan sebuah Daerah Administratif Khusus Tiongkok.

Penduduk Makau kebanyakan bertutur dalam bahasa Kantonis; selain itu, bahasa Mandarin, bahasa Portugis dan bahasa Inggris juga digunakan.

Makau adalah satu-satunya kota di Tiongkok yang diperbolehkan mempunyai kasino. Kasino di Makau merupakan atraksi wisata yang mengundang kedatangan para pejudi dari Hong Kong dan negara Asia lainnya.

Bagaikan sutra dibelah tujuh, demikian batas antara impian surga dan bujukan neraka muncul di Makau. Meski punya banyak gereja, orang Eropa mengenal Makau sebagai 'Las Vegas di timur', sedangkan orang Amerika memberi julukan 'Monako dari timur'. Mana yang lebih tepat?

Kawasan seluas 6 mil persegi, berpenduduk setengah juta jiwa di pojok tenggara daratan Tiongkok tersebut merupakan kota kuno, dibangun pada abad XV. Makau mempunyai gereja lebih banyak dari Vatikan, tempat Sri Paus yang sekaligus Uskup Roma, bertahta. Di masa lalu, kekuasaan Uskup Makau sangat luas. Seluruh wilayah misi dari Goa di Pantai Barat India sampai Maluku di Indonesia bagian timur dan ke utara hingga Nagasaki, Jepang.

Namun, selain dekat 'surga' berkat warisan suasana religius seperti di atas, orang Eropa mengenal Makau sebagai 'Las Vegas di timur' sementara orang Amerika memberi julukan 'Monako dari timur'.

Gabriella, gadis peranakan Portugal-Tionghoa menukas, "Sama saja, Las Vegas, Monako, Makau adalah kota judi, jadi semuanya pasti dekat neraka. Di sini malah bukan hanya kasino model Eropa, tetapi juga tersedia gedung khusus judi Tionghoa, fantan, sik-po, pai-kao, dan mahyong."

Perjudian yang dilegalisasi, setiap tahunnya mengundang lebih dari empat juta pengunjung. Sebagian besar (75 persen) warga Hong Kong, selebihnya pejudi dari Singapura dan Indonesia, yang di negaranya perjudian dilarang. Saya maklum, judi adalah warisan masa lalu, semasa Makau masih koloni Portugal dengan dibalut istilah, provinsi seberang laut. Namun, bukankah Tiongkok komunis sejak tahun 1985 menguasai Makau?

"Sudahlah, komunis Tiongkok atau kolonialis Portugal ternyata punya pandangan sama. Seperti kata Deng Xiaoping, tikus hitam atau merah sama, sama-sama senang mencuri uang," jawab Gabriella.

Adu banteng, kesenangan orang Portugal, memang telah dilarang. Namun, The Macao Grand Prix, balap mobil Formula selalu digelar setiap akhir bulan November dilengkapi balapan motor. Setiap akhir pekan, ribuan orang berjudi di arena balapan anjing. Sementara itu, setiap malam, selain empat kasino, tersedia puluhan hiburan malam dengan aneka tontonan seronok.

Warisan Dewi A-Ma

Selain mencari hiburan malam, banyak wisatawan datang karena terpesona warisan sejarah Makau. Kuil paling kuno tempat Dewi A-Ma dipuja terletak di dekat pelabuhan. Kuil tersebut dibikin tahun 600 oleh Dinasti Ming.

Di kuil ini pula, tahun 1557 Kaisar Tiongkok menyerahkan Makau kepada Portugal. Masyarakat setempat memberi nama Ma Kok Miu, artinya Kuil Ma. Kemudian pendatang Tiongkok menyebutnya A Ma Gao dengan makna, Teluk A Ma. Orang Portugal yang kemudian menguasai wilayah tersebut menyebutnya Macau.

Warisan masa lalu yang lain adalah Leal Senado (tanda kesetiaan), terletak di tengah kota. Istilah kesetiaan disahkan pada 13 Mei 1809 oleh Raja Portugal John VI. Sebutan tersebut lahir karena warga setempat tetap setia dan masih terus mengibarkan bendera Portugal ketika Spanyol merebut (sementara) tahta Portugal. Namun, kunjungan ke bekas rumah Dr. Sun Yat Sen yang sekarang dijadikan museum paling menarik. Dia bapak bangsa Tiongkok modern yang sangat dihormati, baik oleh pemerintah Beijing maupun Taipei. Dr. Sun lahir di Dusun Cuiheng di seberang perbatasan, kemudian menetap di Makau ketika bekerja di RS Kiang Vu sambil merumuskan pemikiran revolusionernya untuk membangun Tiongkok.

Mengapa bangunan baru? Dengan tangkas Gabriella menjelaskan, "Menjelang perang melawan Jepang, rumah Dr. Sun dijadikan gudang peluru. Tahun 1930 terjadi ledakan yang menghancurkan seluruh bangunan. Terpaksa, dibikin rumah baru dengan mengacu gambar lama."

Pengalaman kehancuran juga menimpa Katedral Santo Paul, yang dilukiskan sebagai gereja Katolik paling indah se-Asia. Tahun 1601 gereja tersebut terbakar. Tahun berikutnya, di tempat sama dibangun gereja baru yang jauh lebih indah.

Tahun 1835, percikan api dari dapur membakar habis semuanya, termasuk perpustakan dengan koleksi ribuan buku kuno. Sekarang, yang tersisa hanya sebuah dinding eks katedral, secuil kenangan atas semua keindahan tempo dulu.

Relik St Francis Xaverius

Antara kedekatan ke surga dan ajakan ke neraka, Makau punya beragam pesona. Yang paling mengesankan gereja sekaligus seminari St Joseph yang dibangun tahun 1746.

Dulu di sini tersimpan relik (peninggalan) St Fransiscus Xaverius. Relik tersebut sekarang dipindahkan ke Kapel St Francis di Pulau Coloane, di depan pelabuhan. Meski kecil, bangunan kapel di sana indah sekali karena dulunya sisa dari reruntuhan bekas kebakaran di Katedral St Paul.

Letak Makau yang strategis menjadikan kota ini memiliki posisi penting. Ketika Kaisar Tiongkok di awal abad XVIII melarang datang pedagang asing, kapal-kapal Eropa harus singgah di Makau, sebagai satu-satunya pintu masuk ke daratan Tiongkok. Tentu saja, status monopoli tersebut memacu tumbuhnya perekonomian setempat.

Dengan ceria Gabriella menjelaskan, "Makau punya kaitan dengan Indonesia. Tahun 1622 armada VOC berangkat dari Batavia (kini Jakarta) menyerbu Makau." Dalam pertempuran sengit, tentara Portugal yang mempertahankan Makau sudah hampir menyerah. Entah kebetulan atau memang dia bekas tentara, seorang pastor Jesuit, Jeronimo Kho, menyulut meriam. Tembakannya tepat sasaran dan menewaskan laksamana Belanda yang memimpin penyerbuan. "Sejak itu, armada Belanda tidak pernah berani mengganggu Makau.



7 Museum Terbesar di Dunia

1. Museum british

British Museum di London ialah salah satu museum terbesar dan terpenting dalam sejarah dan budaya manusia di dunia. Koleksinya termasuk lebih dari 7 juta benda dari seluruh benua. Semuanya menggambarkan dan mendokumentasikan sejarah budaya manusia dari awal hingga kini. Seperti museum nasional dan galeri lain di Britania Raya, museum ini bebas bebas biaya masuk.


2.Museum louvre

Museum Louvre (Musée du Louvre) di Paris, Perancis, adalah salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia. Gedungnya, bekas sebuah istana bangsawan, terletak di pusat Perancis antara sungai Seine dan Rue de Rivoli. Lapangannya kini terdapat piramida gelas Louvre. Sebagian dari istana tersebut dibuka sebagai museum pada 8 November 1793, pada saat Revolusi Perancis.


3.National Maritime Museum

National Maritime Museum (National Maritime Museum) atau sering disingkat sebagai NMM, adalah museum kemaritiman yang terbesar di Inggris Raya, dan terletak di Greenwich, England, dan bahkan mungkin yang terbesar untuk museum yang sejenis, di dunia. Bangunan bersejarah ini merupakan bagian dari "Maritime Greenwich World Heritage Site". Gedung ini juga merupakan bagian yang tidak terpisah dari gedung "Royal Observatory, Greenwich", dan Rumah Ratu Inggris di abad ke-17. Museum ini didanai oleh Badan Non Departemen dari Departemen Kultural, Media dan Olahraga.


4.Museum pemantik nasional

Museum Pemantik Nasional (National Lighter Museum) adalah museum untuk berbagai jenis dan model pemantik yang terletak di kota Guthrie, Oklahoma. Koleksi yang dipamerkan adalah berbagai model pemantik api dari merek Zippo dan Ronson mulai dari masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II[1] Pemiliknya adalah pasangan suami istri Ted dan Pat Ballard yang memiliki koleksi pemantik api terbesar di dunia.[2] Ballard bukanlah seorang perokok, namun telah mengumpulkan pemantik sejak berusia 6 tahun.[2]

Museum ini dibuka tahun 1993 untuk memamerkan sekitar 20 ribu hingga 30 ribu pemantik yang dimilikinya. Sejak bulan Januari 2007, museum ini tidak lagi menerima pengunjung dengan alasan kesehatan dan usia lanjut pemiliknya.[2] Sekarang, sebagian dari koleksi pemantik bisa dilihat di situs web milik museum.

5.Museum of Contemporary Art

Museum of Contemporary Art (disingkat MCA) di Sydney, Australia adalah sebuah museum Australia yang ditujukan untuk memamerkan, menerjemahkan dan mengumpulkan seni kontemporer, dari Australia dan seluruh dunia. Ditempatkan di bekas Maritime Services Board Building bergaya art deco di tepi timur Circular Quay, MCA adalah salah satu bangunan budaya termuda di kota terbesar Australia ini.


6.Museum Nasional

Museum Nasional Republik Indonesia adalah salah satu wujud pengaruh Eropa, terutama semangat Abad Pencerahan, yang muncul pada sekitar abad 18. Gedung ini dibangun pada tahun 1862 oleh Pemerintah Belanda di bawah Gubernur-Jendral JCM Radermacher sebagai respons adanya perhimpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang bertujuan menelaah riset-riset ilmiah di Hindia Belanda. Museum ini diresmikan pada tahun 1868, tapi secara institusi cikal bakal Museum ini lahir tahun 1778, saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh pemerintah Belanda.

Museum Nasional dikenal sebagai Museum Gajah sejak dihadiahkannya patung gajah oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada 1871. Tetapi pada 28 Mei 1979, namanya resmi menjadi Museum Nasional Republik Indonesia. Kemudian pada 17 Februari 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelolanya, menyerahkan Museum kepada pemerintah Republik Indonesia. Sejak itu pengelolaan museum resmi oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Arkeologi, di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.

Catatan di website Museum Nasional Republik Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan bahwa koleksinya telah mencapai 109.342 buah. Jumlah koleksi itulah yang membuat museum ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun 2006 jumlah koleksinya sudah melebihi 140.000 buah, tapi baru sepertiganya saja yang dapat diperlihatkan kepada khalayak.

Museum ini terletak di Jalan Merdeka Barat.


7.Museum Fatahillah

Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Gedung ini dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.